Minggu, 03 Mei 2015

Peranan Enzim Katalase



PERANAN ENZIM KATALASE






Dibuat untuk memenuhi tugas biologi  semester gasal


Disusun oleh :
Nama                    : 1. Bagus Umri Saputra
                                        2. Eka Siti Komah
                                             3. Laela Nur Septiani 
Kelas              : XII IPA 3




DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN BREBES
SMA NEGERI 3 BREBES
Jalan. MT. Haryono 78 Brebes 52212 Telepon : (0283) 671374
TAHUN AJARAN 2013/2014
 



KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa atas berkat rahmat-NYA, sehingga laporan kegiatan praktikum mengenai peranan enzim katalase ini dapat terselesaikan.
            Terselesaikannya laporan ini bukan karena usaha penulis sendiri, semua tidak terlepas dari uluran tangan yang diberikan oleh berbagai pihak baik secara langsung maupun tidak langsung. Yang telah membantu penulis, mulai dari kegitan praktek sampai dengan penyusunan laporan oleh karena itu pada kesempatan ini dengan rendah hati penulis menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak-pihak yang terkait.
Penulis menyadari amatlah terbatas pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki penulis untuk menciptakan karya tanpa cela. Tentulah masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu segala kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak sangat kami harapkan, hargai dan akan diterima dengan kerendahan hati, agar menjadi koreksi pada penulis, sehingga kelak penulis mampu menghasilkan sebuah karya yang jauh lebih baik dan penulis berharap semoga laporan kegiatan praktikum pengaruh cahaya terhadap perkecambahan biji kacang hijau  ini dapat bermanfaat bagi para pembaca



Brebes,   September 2013

Penyusun
 

BAB I
PENDAHULUAN

1.1   Latar Belakang
Metabolisme merupakan suatau reaksi kimia yang terjadi didalam tubuh makhluk hidup. Reaksi metabolisme tersebut dimaksudkan untuk memperoleh energi, menyimpan energi, menyusun bahan makanan, merombak bahan makanan, memasukkan atau mengeluarkn zat-zat, melakukan gerakan, menyusun struktur sel, merombak struktur-struktur sel yang tidak dapat digunakan lagi, dan menanggapi rangsang.
Tentunya dalam suatu reaksi kimia terdapat zat-zat atau senyawa-senyawa baik yang sifatnya menghambat (inhibitor), atau mempercepat reaksi (aktivator). Senyawa-senyawa yang mempercepat suatu reaksi dikenal dengan sebutan katalisator. Katalisator adalah suatu zat yang mempercepat laju reaksi reaksi kimia pada suhu tertentu, tanpa mengalami perubahan atau terpakai oleh reaksi itu. Suatu katalis berperan dalam reaksi tapi bukan sebagai pereaksi ataupun produk.
Katalis memungkinkan reaksi berlangsung lebih cepat atau memungkinkan reaksi pada suhu lebih rendah akibat perubahan yang dipicunya terhadap pereaksi. Katalis menyediakan suatu jalur pilihan dengan energi aktivasi yang lebih rendah. Katalis mengurangi energi yang dibutuhkan untuk berlangsungnya reaksi.Metabolisme yang merupakan reaksi kimia memiliki katalisator yang disebut dengan enzim.
Enzim yang tersusun atas protein dan molekul lainnya bekerja dengan menurunkan energi aktivasi, sehingga tidak diperlukan suhu dan energi tinggi untuk melakukan suatu reaksi kimia didalam tubuh.Jika tidak terdapat katalisator dalam metabolisme, maka suhu tubuh akan meningkat dan membahayakan bagi tubuh makhluk hidup.
Kerja enzim tentunya dipengaruhi oleh faktor dalam dan luar enzim. Faktor dalam misalnya substansi – substansi genetik yang dibawa oleh masing-masing enzim. Keinginan kami untuk mengetahui faktor luar yang mempengaruhi kerja enzim, dan memenuhi tugas biologi, merupakan suatu motivasi kami untuk melakukan percobaan sederhana yang menggunakan enzim katalase sebagai contoh (sample).
Kegunaan enzim katalase adalah menguraikan Hidogen Peroksida (H2O2) bila tidak segera diuraikan, senyawa ini akan bersifat racun dan merusak sel itu sendiri. Dengan adanya enzim katalase, senyawa Hidrogen Peroksida (H2O2) dapat diuraikan menjadi air (H2O) dan oksigen (O2) yang tidak berbahaya.Cara kerja yang dilakukan enzim adalaqh sebagai berikut bahwa molekul selalu bergerak dan saling bertumbukan satu sama lainnya.Jika ada molekul substrat menumbuk molekul enzim yang tepat makaakan menempel pada enzim.Tempat menempelnya molekul substrat tersebut disebut dengan sisi aktif.Kemudian terjadi reaksi dan terbentuk molekul produk.
Dalam praktikum ini saya akan menguj adanya enzim katalase yang terdapat dalam organel hati.

1.2  Rumusan Masalah
1.      Bagaimanakah pengaruh enzim katalase terhadap H2O2?
2.      Bagaimanakah pengaruh pH & suhu terhadap kerja enzim katalase?

1.3  Tujuan Penelitian
Mengetahui pengaruh enzim katalase terhadap H2O2.

1.4  Hipoteis
Suhu dan pH berpenaruh pada kerja enzim katalase

1.5  Manfaat Penulisan
1.      Kita dapat mengetahui peranan enzim katalase
2.      Kita dapat mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas enzim.

1.6  Metode Penelitian
Untuk mendapatkan data dan informasi yang diperlukan, penulis menggunakan metode penelitian. Adapun teknik-teknik yang dipergunakan pada penelitian ini adalah sebagai berikut :
·         Metode Eksperimen                                       
Metode eksperimen adalah cara memperoleh data dengan cara uji coba atau percobaan secara langsung pada kecambah yang kami teliti. Dengan percobaan secara langsung kita memperoleh pengalaman yang bermakna serta keakuratan penelitian.

 


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1  Pengertian Enzim
Menurut Syamsuri metabolisme sangat bergantung pada enzim. Enzim berperan sebagai pemercepat reaksi metabolisme di dalam tubuh mahkluk hidup, tetapi enzim tidak ikut bereaksi.
2.2  Struktur Enzim.
Enzim merupakan protein yang tersusun atas asam – asam amino. Kebanyakan enzim berukuran lebih besar dari substratnya.akan tetapi,hanya daerah tertentu dari molekul enzim tersebut yang berikatan dengan substrat, yaitu bagian yang disebut dengan sisi aktif (active side)
Secara kimia, enzim yang lengkap (holoenzim) tersusun atas dua bagian, yaitu bagian protein dan bagain bukan protein.
1 Bagian protein disebut apoenzim, tersusun atas asam – asam amino. Bagian protein bersifat labil (mudah berubah), misalnya terpengaruh oleh suhu dan keasaman.
2 Bagian bukan protein yang disebut gugus protetik, yaitu gugusan yang aktif. Gugus prostetik yang berasal dari molekul non organik disebut kofaktor, misalnya besi, tembaga, zink. Gugus prostetik yang terdiri dari senyawa – senyawa kompleks disebut konenzim, misalnya NADH, FADH, koenzim A, tiamin, riboflavin, asam pantotenat, niasin, piridoksin, biotin, asam folat, dan kobalamin.
2.3  Ciri – Ciri Enzim
1.      Biokatalisator : enzim hanya dihasilkan oleh sel-sel mahkluk hidup yang digunakan untuk mempercepat proses reaksi.
2.      Protein : sifat-sifat enzim sama dengan protein yaitu dapat rusak pada suhu yang tinggi dan dipengaruhi pH.
3.      Bekerja Secara Khusus : enzim tertentu hanya dapat mempengaruhi reaks tertentu, tidak dapat mempengaruhi raeksi lainnya. Zat yang terpengaruhi oleh enzim tersebut substrat. Substrat adalah zat yang bereaksi. Oleh karena macam zat yang bereaksi di dalam sel sangat banyak, maka macam enzim pun banyak.
4.      Dapat Digunakan Berulang Kali: dapat digunakan berulang kali karena enzim tidak berubah pada saat terjadi reaksi. Satu molekul enzim dapat bekerja berkali-kali selama enzim itu tidak rusak.
5.      Rusak Oleh Panas : enzim rusak oleh panas karena merupakan suatu protein . Rusaknya enzim oleh panas disebut denaturasi jika telah rusak enzim tidak dapat bekerja lagi.
6.      Tidak Ikut Bereaksi : enzim hanya diperlukan untuk mempercepat reaksi namun tidak ikut bereaksi.
7.      Bekerja Dapat Balik : suatu enzim dapat bekerja menguraikan suatu senyawa menjadi senyawa-senyawa lain dan sebaliknya dapat pula bekerja menyusun senyawa-senyawa itu menjadi senyawa semula.
8.      Kerja Enzim Dipengaruhi Faktor Lingkungan.
2.4  Cara Kerja Enzim
1.      Teori gembok - anak kunci
Sisi aktif enzim mempunyai bentuk tertentu yang hanya sesuai untuk satu jenis substrat saja. Entuk substrat sesuai dengan sisi aktif, seperti gembok cocok dengan anak kuncinya. Hal itu menyebabkan enzim bekerja secara spesifik. Substrat yang mempunyai bentuk ruang yang sesuai dengan sisi aktif enzim akan berikatan dan membentuk kompleks transisi enzim-substrat. Senyawa transisi ini tidak stabil sehingga pembentukan produk berlangsung dengan sendirinya. Jika enzim mengalami denaturasi (rusak) karena panas, bentuk sisi aktif berubah sehingga substrat tidak sesuai lagi. Perubahan pH juga mempunyai pengaruh yang sama.
2.      Teori induced fit
Reaksi antara substrat denan enzim berlangsung karena adanya induksi molekul substrat terhadap molekul enzim. Menurut teori ini, sisi aktif enzim bersifat fleksibel dalam menyesuaikan struktur sesuai dengan struktur substrat. Ketika substrat akan terinduksi dan kemudian mengubah bentuknya sedikit sehingga mengakibatkan perubahan sisi aktif yang semula tidak cocok menjadi cocok (fit). Kemudian terjadi pengikatan substrat oleh enzim, yang selanjutnya substrat diubah menjadi produk. Produk kemudian dilepaskan dan enzim kembali pada keadaan semula, siap untuk mengikat substrat baru.
2.5  Sifat-sifat enzim
Sifat enzim pada umumnya adalah sebagai berikut
1.      Enzim merupakan koloid.
2.      Enzim bekerja sebagai katalisator.
3.       Enzim bekerja secara spesifik (khusus).
4.      Enzim dapat bekerja bolak-balik.
5.      Enzim bekerja pada suhu otimum (30OC-40oC).
6.       Enzim bekerja pada pH netral.
7.       Enzim dapat bekerja sebagai zat inhibitor.

EnzimKatalase
2.6  Pengertian enzim katalase
Enzim sangat berperan penting dalam tubuh, seperti halnya dengan enzim katalase. Enzim ini merupakan enzim yang mengandung empat gugus heme, pada tulang, membran mukosa, ginjal dan hati.Enzim ini bekerja secara aktif dalam tubuh dan aktifitas kerjanya dapat ditemukan pada mitokondria, sitoplasma serta peroksosom.enzim yang mengandung empat gugus ini juga memiliki empat rantai polypeptide yang masing-masing bagian terdiri atas 500 lebih senyawa asam amino. Heme yang terdapat pada enzim katalase juga terbentuk dari sebuah cincin protoporphyrin dan mengandung atom besi tunggal. Adapun berat molekul yang terdapat pada enzim ini adalah 118.054,25 gram/mol.


2.7  Fungsi dan peran
Enzim katalase bekerja dengan rangkaian beberapa molekul sehingga keempat gugus tadi akan membantu penyerapan. Adapun didalam tubuh memiliki kandungan hidrogen peroksida atau H2O2 yang merupakan hasil dari respirasi dan dibuat untuk seluruh sel-sel yang hidup. Kandungan H2O2 ini sebenarnya sangat berbahaya bagi tubuh untuk itu enzim katalase berfungsi untuk mengkatalis kandungan H2O2 tersebut. Peran enzim ini juga sebagai peroksidasi yang khusus untuk mereaksi dekomposisi hydrogen peroksida sehingga pada nantinya dapat berubah menjadi oksigen serta air. Untuk satu molekul hydrogen peroksida, enzim ini mampu mengoksidasinya hingga menjadi oksigen. Lalu proses peredoksidasian yang kedua akan menjadi air. Hydrogen yang berupa ion sebagai penyeimbang terhadap reaksi yang tengah berjalan.
Namun sejauh itu, peran dari enzim katalase memang masih kecil dalam mengkatalis senyawa H2O2 jika dibandingkan dengan proses kecepatan pembentukannya. Didalam sel-sel tubuh terdapat katalase namun berjumlah sangat sedikit serta sangat rentan dengan adanya peroksida. Untuk itulah dengan kapasitasnya yang kecil, enzim ini akan bekerja lebih cepat untuk menekan terhadap serangan oksidator hydrogen peroksida.

2.8   Kerja enzim katalase
Enzim ini banyak terdapat dalam sel-sel pada hati.Adakalanya jumlah enzim ini lebih meningkat dari semula. Dengan begitu reaksinya akan lebih cepat. Untuk itu kita perlu mengkonsumsi bahan makanan seperti hati dengan porsi yang lebih banyak sehingga proses oksidasi yang dilakukan oleh enzim katalase tidak mengecil.

2.9  Larutan H2O2
Hidogen Peroksida (H2O2), merupakan senyawa racun dalam tubuh yang terbentuk pada proses pencernaan makanan. Hidrogen peroksida dengan rumus kimia H2O2 ditemukan oleh Louis Jacquea Thenard pada tahun 1818. Senyawa ini merupakan bahan kimia organik yang memiliki  sifat oksidator kuat dan bersifat racun dalam tubuh. Senyawa peroksida harus segera diuraikanmenjadi air (H2O) dan oksigen (O2) yang tidak berbahaya. Enzim katalase mempercepat reaksi penguraian peroksida (H2O2) menjadi air (H2O) danoksigen (O2). Penguraian peroksida (H2O2) ditandai dengan timbulnyagelembung.
Bentuk reaksi kimianya adalah:
2H2O2  2H2O(g)  +  O2(g)
Senyawa H2O2 yang ada dalam tubuh sangat berbahaya. Maka enzim katalase menguraikan H2O2 menjadi H2O dan gas O2 yang tidak berbahaya bagi tubuh. Ada tidaknya gelembung merupakan indikator adanya air dalam wujud uap. Sedangkan menyala atau tidaknya bara merupakan indikator adanya gas oksigen dalam tabung tersebut. Enzim katalase yang dihasilkan peroksisom pada hati akan mengalami denaturasi (kerusakan) pada suhu yang tinggi ataupun pada suasana asam dan basa. Enzim katalase bekerja secara optimal pada suhu kamar (±30 0C) dan suasana netral.


2.10   Hati
Hati merupakan kelenjar terbesar di dalam tubuh, terletak dalam rongga perut sebelah kanan, tepatnya di bawah diafragma. Berdasarkan fungsinya, hati juga termasuk sebagai alat ekskresi. Hal ini dikarenakan hati membantu fungsi ginjal dengan cara memecah beberapa senyawa yang bersifat racun dan menghasilkan amonia, urea, dan asam urat dengan memanfaatkan nitrogen dari asam amino. Proses pemecahan senyawa racun oleh hati disebut proses detoksifikasi.Lobus hati terbentuk dari sel parenkimal dan sel non-parenkimal. Sel parenkimal pada hati disebut hepatosit, menempati sekitar 80% volume hati dan melakukan berbagai fungsi utama hati. 40% sel hati terdapat pada lobus sinusoidal. Hepatosit merupakan sel endodermal yang terstimulasi oleh jaringan mesenkimal secara terus-menerus pada saat embrio hingga berkembang menjadi sel parenkimal. Selama masa tersebut, terjadi peningkatan transkripsi mRNA albumin sebagai stimulan proliferasi dan diferensiasi sel endodermal menjadi hepatosit. .



 BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian
            Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Biologi SMA NEGERI 3 BREBES. Kami melakukan penelitian ini pada tanggal 23 September  2013. Pada jam 13.30 sampai dengan selesai.

3.2 Populasi dan Sampel
·         Populasi
 Populasi adalah kumpulan individu sejenis yang berada pada wilayah tertentu dan pada waktu yang tertentu pula. Dalam penilitian ini hati ayam yang kami gunakan adalah 1 buah hati ayam.
·         Sampel
Sampel merupakan bagian dari populasi yang ingin diteliti dipandang sebagai suatu pendugaan terhadap populasi, namun bukan populasi itu sendiri. Sampel dianggap sebagai perwakilan dari populasi yang hasilnya mewakili keseluruhan gejala yang diamati. Dalam penelitian kali ini, sampel yang digunakan adalah beberapa potongan kecil hati ayam.

3.3. Variabel Penelitian
Ada tiga jenis variabel dalam penelitian ilmiah, yaitu:
a.       Variabel bebas
·         Suhu (air mendidih, air dingin).
·         pH sistem (diberi NaOH, HCl, atau netral).
b.      Variable kontrol
·         Volume ekstrak hati di dalam tabung reaksi.
·         Volume yang diteteskan pada masing-masing tabung reaksi.
·         Jenis lidi yang digunakan untuk membuat bara api.
c.       Variable terikat
·         Jumlah gelembung yang dihasilkan.
·          Nyala bara api yang dimasukkan ke dalam tabung reaksi.

3.4. Metode Penelitian
            Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi pustaka, yaitu mempelajari teori-teori tentang enzim katalase. Selain itu juga menggunakan metode eksperimen, yaitu metode yang dilakukan melalui percobaan dan pengamatan untuk mengetahui ada tidaknya enzim katalase dalam hati ayam serta untuk mengetahui kandungan oksigen yang dihasilkan setelah ekstrak hati ayam di tambah H2O2.



3.5 Rancangan Penelitian
            Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan beberapa potongan kecil hati ayam yang di haluskan kemudian dicampur dengan air. Dan selanjutnya dimasukkan kedalam 5 tabung reaksi masing-masing di masukkan ekstrak hati ayam sebanyak 0,5 ml serta ditambah H2O2 untuk diamati ada tidaknya oksigen.

3.6 Alat dan Bahan
Alat
Bahan
Tabung reaksi
5 buah
Ekstrak hati
2,5 ml
Gelas beker
2 buah
H2O2
2,5 ml
Termometer
1 buah
NaOH
0,5 ml
Lumpang + alu
1 buah
HCl
0,5 ml
Rak tabung reaksi
1 buah
Air panas

Sikat tabung
1 buah
Air dingin

Lidi dan korek api
1 buah


Pipet tetes
3 buah


Pisau
1 buah




3.7 Langkah Kerja
1.      Ambillah ekstrak hati ayam sebanyak 2,5 ml, kemudian tuangkan kedalam 5 buah tabung reaksi. Masing-masing 0,5 ml.
2.      Tambahkan HCl pada tabung 2, dan NaOH kedalam tabung 3. Rendamlah tabung 4 pada air panas, dan tabung 5 pada air dingin.
3.      Dan selanjutnya tuangkan H2O2 sebanyak 0,5 ml pada masing-masing tabung. Dan amati yang terjadi.
4.      Lakukan analisis terhadap data hasil percobaan tersebut dan buatlah kesimpulan.

3.8 Data Pengamatan
Tabel percobaan enzim katalase
No
Tabung reaksi
Warna
Suhu awal
Suhu setelah ditetesi H2O2
Ada tidaknya gelembung
Percikan api
1
A (murni)
Tetap
320C
320C
Bergelembung
Ada
2
B + (HCl)
Oranye
380C
330C
Tidak
Tidak ada
3
C + (NaOH)
Putih
330C
330C
Tidak
Tidak ada
4
D (air panas)
Coklat muda
320C
380C
Tidak
Tidak ada
5
E (air dingin)
tetap
60C
50C
Bergelembung
Ada



3.9 Pembahasan
Enzim adalah katalis yang terbuat dari protein dan dihasilkan oleh sel. Enzim mempunyai sifat spesifik yaitu hanya mengatalisis reaksi kimia tertentu. Sebagai contoh enzim katalase yang hanya menguraikan H2O2 menjadi H2O dan O2 dengan reaksi sebagai berikut :
2H2O2 à 2H2O + O2
Hal ini dapat dibuktikan dengan percobaan. Percobaan ini dilakukan dengan menggunakan hati ayam dan jantung ayam (sebagaiperbandingan). Hati ayam digunakan karena banyak mengandung enzim katalase. Hati ayam dan jantung ayam kemudian dibuat ekstrak. Yang terjadi pada ekstrak saat diberi perlakuan adalah sebagai berikut :
1.      Ekstrak hati ditambah H2O2 (hidrogen peroksida)
            Saat ekstrak diberi H2O2 terjadi gelembung-gelembung udara yang banyak. Hal ini membuktikan bahwa enzim katalase yang terdapat di dalam hati ayam mengubah H2O2 menjadi H2O (air), sedangkan pada waktu dimasukkan lidi membara ke dalamnya, timbul nyala api.  Hal ini membuktikan bahwa H2O2 juga diuraikan menjadi oksigen (O­2).
2.       Ekstrak ditambah HCl dan H2O2
            Pertambahan HCl disini dimaksudkan untuk membuat ekstrak dalam keadaan terlalu asam. Kemudian ditambah H2O2 ternyata tidak terbentuk gelembung udara ketika dimasukkan bara api ke dalamnya juga tidak terjadi nyala api. Hal ini menunjukkan bahwa enzim katalase tidak dapat bekerja dalam kondisi terlalu asam.
3.       Ekstrak ditambah NaOH dan H2O2
            Penambahan NaOH disini dimaksudkan untuk membuat ekstrak dalam keadaan terlalu basa.  Kemudian ditambah H2O2 ternyata terbentuk gelembung  udara yang sedang, tetapi saat bara api dimasukkan ke dalamnya tidak terjadi nyala api. Hal ini membuktikan bahwa enzim katalase tidak dapat bekerja secara optimal dalam kondisi terlalu basa.
4.      Ekstrak dididihkan kemudian ditambah H2O2
            Ekstrak yang dididihkan kemudian ditambah H2O2, ternyata tidak timbul gelembung udara dan saat bara api dimasukkan  ke dalamnya juga tidak timbul nyala api. Hal ini disebabkan karena protein di dalam enzim katalase yang terdapat di ekstrak telah rusak sehingga tidak dapat menguraikan H2O2 menjadi H2O dan O2.
5.      Ekstrak dimasukkan kedalam Es di tambah H2O2
            Ekstrak yang dimasukkan kedalam es kemudian ditambah H2O2, ternyata menimbulkan gelembung udara sedikit saat bara api di masukkan ke dalamnya, dan juga menimbulkan nyala api sedikit. Hal ini disebabkan karena pada suhu 00C enzim akan inaktif (tidak aktif sementara).
            Dari percobaan yang kami lakukan ekstrak hati ayam yang masih murni berwarna tetap, suhu awalnya adalah 300C dan suhu setelah ditetesi  H2O2 adalah 320C, dan ada gelembungnya serta terdapat percikan api. Pada tabung reaksi ke-2 yang ditetesi  HCl berwarna orange usuhu awalnya 380C dan suhu setelah ditetesi H2O2 330C, dan tidak ada gelembungnya serta tidak terdapat percikan api. Sedangkan pada tabung ke-3 dicampur NaOH warnanya putih dan suhu awalnya 330C setelah ditetesi H2O2 suhunya tetap, dan tidak terdapat gelembung serta tidak terdapat percikan api. Pada tabung ke-4 yang direndam menggunakan air panas berwarna coklat muda dengan suhu awal 320C dan suhu setelah ditetesi  H2O2 suhunya menjadi 380C dan tidak bergelembung serta tidak ada percikan api. Dan pada tabung terakhir yang direndam air dingin warnanya tetap dengan suhu awal 60C setelah ditetesi H2O2 suhunya menjadi 50C dan ada gelembungnya serta terdapat percikan api.





BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Enzim katalase bekerja dengan menguraikan H2O2 menjadi air (H2O) dan Oksigen (O2). Enzim katalase akan rusak apabila bekerja pada suhu diatas 500C, dan pada kondisi asam maupun basa. Enzim katalase akan bekerja merubah H2O2 mejadi oksigen dan air. Kerja enzim ini dapat dipengaruhi suhu, dan suasana. Enzim katalase dapat bekerja pada suasana netral dan dengan suhu optimal. Enzim katalase tidak dapat bekerja pada suasana yang terlalu asam dan terlalu basa. Sifat enzim itu rusak bila dalam suhu tinggi, dan enzim akan non-aktif dalam suhu yang rendah.

4.2 Saran
1.      Dibutuhkan waktu yang lebih lama, dan waktu yang khusus (diluar jam pelajaran) untuk melakukan percobaan ini agar kami lebih teliti dan intensif dalam menguji faktor yang mempengaruhi kerja enzim.
2.      Dibutuhkan alat-alat yang lebih lengkap agar data hasil percobaan kami lebih akurat.
3.      Melaksanakan percobaan sesuai dengan langkah kerja.
4.      Lebih teliti dalam pengamatan, terutama pengamatan saat munculnya gelembung dan nyala api.




DAFTAR PUSTAKA

Rachmawati.Faidah , Nurul Urifah, Ari Wijayati.2009.Biologi SMA/MA Kelas XII Program IPA. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
Herlina Ida, Riana Yani, Eva Latifah Hanum, Widi Purwianingsih, Dian Peniasiani, Musarofah.2009.Biologi 3.Pusat Departemen Pendidikan Nasional.
Nur Siti, Sri Widayati, Mazrikhatun Miah.2009.Biologi SMA/MA Kelas XII. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Striming Film Korea The Silenced (2015) Sub Indo

Striming Film Korea The Silenced (2015) Sub Indo Judul Film : The Silenced Box office: 2,5 juta USD Genre : Mystery / Horror ...