PERANAN ENZIM KATALASE
Dibuat untuk memenuhi tugas
biologi semester gasal
Disusun oleh :
Nama : 1. Bagus Umri Saputra
2.
Eka Siti Komah
3.
Laela Nur Septiani
Kelas
: XII IPA 3
DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN BREBES
SMA NEGERI 3
BREBES
Jalan.
MT. Haryono 78 Brebes 52212 Telepon : (0283) 671374
TAHUN AJARAN 2013/2014
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan
kehadapan Tuhan Yang Maha Esa atas berkat rahmat-NYA, sehingga laporan kegiatan
praktikum mengenai peranan enzim katalase ini
dapat terselesaikan.
Terselesaikannya laporan ini bukan karena usaha
penulis sendiri, semua tidak terlepas dari uluran tangan yang diberikan oleh
berbagai pihak baik secara langsung maupun tidak langsung. Yang telah membantu
penulis, mulai dari kegitan praktek sampai dengan penyusunan laporan oleh
karena itu pada kesempatan ini dengan rendah hati penulis menyampaikan rasa
terima kasih kepada pihak-pihak yang terkait.
Penulis menyadari amatlah terbatas pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki
penulis untuk menciptakan karya tanpa cela. Tentulah masih jauh dari kata
sempurna. Oleh karena itu segala
kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak sangat kami harapkan,
hargai dan akan diterima dengan kerendahan hati, agar menjadi koreksi pada
penulis, sehingga kelak penulis mampu menghasilkan sebuah karya yang jauh lebih
baik dan penulis berharap semoga laporan kegiatan praktikum pengaruh cahaya
terhadap perkecambahan biji kacang hijau ini dapat bermanfaat bagi para
pembaca
Brebes,
September 2013
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Metabolisme merupakan suatau reaksi kimia yang terjadi didalam tubuh
makhluk hidup. Reaksi metabolisme tersebut dimaksudkan untuk memperoleh energi,
menyimpan energi, menyusun bahan makanan, merombak bahan makanan, memasukkan
atau mengeluarkn zat-zat, melakukan gerakan, menyusun struktur sel, merombak
struktur-struktur sel yang tidak dapat digunakan lagi, dan menanggapi rangsang.
Tentunya dalam suatu reaksi kimia terdapat zat-zat atau senyawa-senyawa
baik yang sifatnya menghambat (inhibitor), atau mempercepat reaksi (aktivator).
Senyawa-senyawa yang mempercepat suatu reaksi dikenal dengan sebutan
katalisator. Katalisator adalah suatu zat yang mempercepat laju reaksi reaksi kimia pada suhu tertentu, tanpa mengalami perubahan atau terpakai oleh reaksi
itu. Suatu katalis berperan dalam reaksi tapi bukan sebagai pereaksi ataupun
produk.
Katalis memungkinkan reaksi berlangsung lebih cepat atau memungkinkan
reaksi pada suhu lebih rendah akibat perubahan yang dipicunya terhadap
pereaksi. Katalis menyediakan suatu jalur pilihan dengan energi aktivasi yang lebih rendah. Katalis mengurangi energi yang dibutuhkan untuk
berlangsungnya reaksi.Metabolisme yang merupakan reaksi kimia memiliki
katalisator yang disebut dengan enzim.
Enzim yang tersusun atas protein dan molekul lainnya bekerja dengan
menurunkan energi aktivasi, sehingga tidak diperlukan suhu dan energi tinggi
untuk melakukan suatu reaksi kimia didalam tubuh.Jika tidak terdapat
katalisator dalam metabolisme, maka suhu tubuh akan meningkat dan membahayakan
bagi tubuh makhluk hidup.
Kerja enzim tentunya dipengaruhi oleh faktor dalam dan luar enzim. Faktor
dalam misalnya substansi – substansi genetik yang dibawa oleh masing-masing
enzim. Keinginan kami untuk mengetahui faktor luar yang mempengaruhi kerja
enzim, dan memenuhi tugas biologi, merupakan suatu motivasi kami untuk
melakukan percobaan sederhana yang menggunakan enzim katalase sebagai contoh
(sample).
Kegunaan enzim katalase adalah menguraikan Hidogen Peroksida (H2O2)
bila tidak segera diuraikan, senyawa ini akan bersifat racun dan merusak sel
itu sendiri. Dengan adanya enzim katalase, senyawa Hidrogen Peroksida (H2O2)
dapat diuraikan menjadi air (H2O) dan oksigen (O2) yang
tidak berbahaya.Cara kerja yang dilakukan enzim adalaqh sebagai berikut bahwa
molekul selalu bergerak dan saling bertumbukan satu sama lainnya.Jika ada
molekul substrat menumbuk molekul enzim yang tepat makaakan menempel pada
enzim.Tempat menempelnya molekul substrat tersebut disebut dengan sisi
aktif.Kemudian terjadi reaksi dan terbentuk molekul produk.
Dalam praktikum ini saya akan menguj adanya enzim katalase yang terdapat
dalam organel hati.
1.2
Rumusan Masalah
1.
Bagaimanakah pengaruh enzim katalase terhadap H2O2?
2.
Bagaimanakah pengaruh pH & suhu terhadap kerja enzim katalase?
1.3 Tujuan Penelitian
Mengetahui pengaruh enzim katalase terhadap H2O2.
Mengetahui pengaruh enzim katalase terhadap H2O2.
1.4 Hipoteis
Suhu dan pH berpenaruh pada kerja enzim katalase
Suhu dan pH berpenaruh pada kerja enzim katalase
1.5 Manfaat Penulisan
1. Kita dapat mengetahui peranan enzim katalase
2. Kita dapat mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas enzim.
1.6 Metode Penelitian
Untuk mendapatkan data dan informasi yang diperlukan, penulis
menggunakan metode penelitian. Adapun teknik-teknik yang dipergunakan pada
penelitian ini adalah sebagai berikut :
·
Metode
Eksperimen
Metode eksperimen adalah cara memperoleh data dengan cara uji coba
atau percobaan secara langsung pada kecambah yang kami teliti. Dengan percobaan
secara langsung kita memperoleh pengalaman yang bermakna serta keakuratan
penelitian.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1
Pengertian Enzim
Menurut Syamsuri metabolisme sangat bergantung pada enzim. Enzim berperan
sebagai pemercepat reaksi metabolisme di dalam tubuh mahkluk hidup, tetapi
enzim tidak ikut bereaksi.
2.2
Struktur Enzim.
Enzim merupakan protein yang tersusun atas asam – asam amino. Kebanyakan
enzim berukuran lebih besar dari substratnya.akan tetapi,hanya daerah tertentu
dari molekul enzim tersebut yang berikatan dengan substrat, yaitu bagian yang
disebut dengan sisi aktif (active side)
Secara kimia, enzim yang lengkap (holoenzim) tersusun atas dua bagian,
yaitu bagian protein dan bagain bukan protein.
1 Bagian protein disebut apoenzim, tersusun atas asam – asam amino. Bagian
protein bersifat labil (mudah berubah), misalnya terpengaruh oleh suhu dan
keasaman.
2 Bagian bukan protein yang disebut gugus protetik, yaitu gugusan yang
aktif. Gugus prostetik yang berasal dari molekul non organik disebut kofaktor,
misalnya besi, tembaga, zink. Gugus prostetik yang terdiri dari senyawa –
senyawa kompleks disebut konenzim, misalnya NADH, FADH, koenzim A, tiamin, riboflavin,
asam pantotenat, niasin, piridoksin, biotin, asam folat, dan kobalamin.
2.3
Ciri – Ciri Enzim
1. Biokatalisator : enzim hanya
dihasilkan oleh sel-sel mahkluk hidup yang digunakan untuk mempercepat proses
reaksi.
2. Protein : sifat-sifat enzim
sama dengan protein yaitu dapat rusak pada suhu yang tinggi dan dipengaruhi pH.
3. Bekerja Secara Khusus : enzim tertentu hanya
dapat mempengaruhi reaks tertentu, tidak dapat mempengaruhi raeksi lainnya. Zat
yang terpengaruhi oleh enzim tersebut substrat. Substrat adalah zat yang
bereaksi. Oleh karena macam zat yang bereaksi di dalam sel sangat banyak, maka
macam enzim pun banyak.
4. Dapat Digunakan Berulang Kali: dapat digunakan
berulang kali karena enzim tidak berubah pada saat terjadi reaksi. Satu molekul
enzim dapat bekerja berkali-kali selama enzim itu tidak rusak.
5. Rusak Oleh Panas : enzim rusak oleh
panas karena merupakan suatu protein . Rusaknya enzim oleh panas disebut
denaturasi jika telah rusak enzim tidak dapat bekerja lagi.
6. Tidak Ikut Bereaksi : enzim hanya
diperlukan untuk mempercepat reaksi namun tidak ikut bereaksi.
7. Bekerja Dapat Balik : suatu enzim dapat
bekerja menguraikan suatu senyawa menjadi senyawa-senyawa lain dan sebaliknya
dapat pula bekerja menyusun senyawa-senyawa itu menjadi senyawa semula.
8. Kerja Enzim Dipengaruhi Faktor Lingkungan.
2.4
Cara Kerja Enzim
1. Teori gembok - anak kunci
Sisi aktif enzim mempunyai bentuk tertentu yang hanya sesuai untuk satu
jenis substrat saja. Entuk substrat sesuai dengan sisi aktif, seperti gembok
cocok dengan anak kuncinya. Hal itu menyebabkan enzim bekerja secara spesifik.
Substrat yang mempunyai bentuk ruang yang sesuai dengan sisi aktif enzim akan
berikatan dan membentuk kompleks transisi enzim-substrat. Senyawa transisi ini
tidak stabil sehingga pembentukan produk berlangsung dengan sendirinya. Jika
enzim mengalami denaturasi (rusak) karena panas, bentuk sisi aktif berubah
sehingga substrat tidak sesuai lagi. Perubahan pH juga mempunyai pengaruh yang
sama.
2. Teori induced fit
Reaksi antara substrat denan enzim berlangsung karena adanya induksi
molekul substrat terhadap molekul enzim. Menurut teori ini, sisi aktif enzim
bersifat fleksibel dalam menyesuaikan struktur sesuai dengan struktur substrat.
Ketika substrat akan terinduksi dan kemudian mengubah bentuknya sedikit
sehingga mengakibatkan perubahan sisi aktif yang semula tidak cocok menjadi
cocok (fit). Kemudian terjadi pengikatan substrat oleh enzim, yang selanjutnya
substrat diubah menjadi produk. Produk kemudian dilepaskan dan enzim kembali
pada keadaan semula, siap untuk mengikat substrat baru.
2.5 Sifat-sifat enzim
Sifat enzim pada
umumnya adalah sebagai berikut
1. Enzim merupakan koloid.
2. Enzim bekerja sebagai katalisator.
3. Enzim bekerja secara spesifik
(khusus).
4. Enzim dapat bekerja bolak-balik.
5. Enzim bekerja pada suhu otimum (30OC-40oC).
6. Enzim bekerja pada pH netral.
7. Enzim dapat bekerja sebagai zat
inhibitor.
EnzimKatalase
2.6 Pengertian enzim katalase
Enzim sangat berperan
penting dalam tubuh, seperti halnya dengan enzim katalase. Enzim ini merupakan
enzim yang mengandung empat gugus heme, pada tulang, membran mukosa, ginjal dan hati.Enzim ini bekerja secara aktif dalam tubuh dan aktifitas
kerjanya dapat ditemukan pada mitokondria, sitoplasma serta peroksosom.enzim
yang mengandung empat gugus ini juga memiliki empat rantai polypeptide yang
masing-masing bagian terdiri atas 500 lebih senyawa asam amino. Heme yang
terdapat pada enzim katalase juga terbentuk dari sebuah cincin protoporphyrin
dan mengandung atom besi tunggal. Adapun berat molekul yang terdapat pada enzim
ini adalah 118.054,25 gram/mol.
2.7 Fungsi dan peran
Enzim
katalase bekerja dengan rangkaian beberapa molekul sehingga keempat gugus
tadi akan membantu penyerapan. Adapun didalam tubuh memiliki kandungan hidrogen
peroksida atau H2O2 yang merupakan hasil dari respirasi
dan dibuat untuk seluruh sel-sel yang hidup. Kandungan H2O2
ini sebenarnya sangat berbahaya bagi tubuh untuk itu enzim katalase berfungsi
untuk mengkatalis kandungan H2O2 tersebut. Peran enzim
ini juga sebagai peroksidasi yang khusus untuk mereaksi dekomposisi hydrogen
peroksida sehingga pada nantinya dapat berubah menjadi oksigen serta air. Untuk
satu molekul hydrogen peroksida, enzim ini mampu mengoksidasinya hingga menjadi
oksigen. Lalu proses peredoksidasian yang kedua akan menjadi air. Hydrogen yang
berupa ion sebagai penyeimbang terhadap reaksi yang tengah berjalan.
Namun sejauh itu, peran
dari enzim katalase memang masih kecil dalam mengkatalis senyawa H2O2
jika dibandingkan dengan proses kecepatan pembentukannya. Didalam sel-sel tubuh
terdapat katalase namun berjumlah sangat sedikit serta sangat rentan dengan
adanya peroksida. Untuk itulah dengan kapasitasnya yang kecil, enzim ini akan
bekerja lebih cepat untuk menekan terhadap serangan oksidator hydrogen
peroksida.
2.8
Kerja enzim katalase
Enzim ini banyak
terdapat dalam sel-sel pada hati.Adakalanya jumlah enzim ini lebih meningkat
dari semula. Dengan begitu reaksinya akan lebih cepat. Untuk itu kita perlu
mengkonsumsi bahan makanan seperti hati dengan porsi yang lebih banyak sehingga
proses oksidasi yang dilakukan oleh enzim katalase tidak mengecil.
2.9 Larutan H2O2
Hidogen Peroksida (H2O2),
merupakan senyawa racun dalam tubuh yang terbentuk pada proses pencernaan makanan.
Hidrogen peroksida dengan rumus kimia H2O2 ditemukan oleh
Louis Jacquea Thenard pada tahun 1818. Senyawa ini merupakan bahan kimia organik
yang memiliki sifat oksidator kuat dan bersifat
racun dalam tubuh. Senyawa peroksida harus segera diuraikanmenjadi air (H2O)
dan oksigen (O2) yang tidak berbahaya. Enzim katalase mempercepat reaksi
penguraian peroksida (H2O2) menjadi air (H2O)
danoksigen (O2). Penguraian peroksida (H2O2)
ditandai dengan timbulnyagelembung.
Bentuk reaksi kimianya
adalah:
2H2O2 2H2O(g) + O2(g)
Senyawa H2O2
yang ada dalam tubuh sangat berbahaya. Maka enzim katalase menguraikan H2O2
menjadi H2O dan gas O2 yang tidak berbahaya bagi tubuh.
Ada tidaknya gelembung merupakan indikator adanya air dalam wujud uap. Sedangkan
menyala atau tidaknya bara merupakan indikator adanya gas oksigen dalam tabung tersebut.
Enzim katalase yang dihasilkan peroksisom pada hati akan mengalami denaturasi
(kerusakan) pada suhu yang tinggi ataupun pada suasana asam dan basa. Enzim katalase
bekerja secara optimal pada suhu kamar (±30 0C) dan suasana netral.
2.10 Hati
Hati merupakan kelenjar terbesar di dalam tubuh, terletak dalam rongga
perut sebelah kanan, tepatnya di bawah diafragma. Berdasarkan fungsinya, hati
juga termasuk sebagai alat ekskresi. Hal ini dikarenakan hati membantu fungsi
ginjal dengan cara memecah beberapa senyawa yang bersifat racun dan
menghasilkan amonia, urea, dan asam urat dengan memanfaatkan nitrogen dari asam
amino. Proses pemecahan senyawa racun oleh hati disebut proses
detoksifikasi.Lobus hati terbentuk dari sel parenkimal dan sel non-parenkimal.
Sel parenkimal pada hati disebut hepatosit, menempati sekitar 80% volume hati dan
melakukan berbagai fungsi utama hati. 40% sel hati terdapat pada lobus
sinusoidal. Hepatosit merupakan sel endodermal yang terstimulasi oleh jaringan
mesenkimal secara terus-menerus pada saat embrio hingga berkembang menjadi sel
parenkimal. Selama masa tersebut, terjadi peningkatan transkripsi mRNA albumin
sebagai stimulan proliferasi dan diferensiasi sel endodermal menjadi hepatosit.
.
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Lokasi dan
Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Biologi SMA
NEGERI 3 BREBES. Kami melakukan penelitian ini pada tanggal 23 September 2013. Pada jam 13.30 sampai dengan selesai.
3.2 Populasi dan Sampel
·
Populasi
Populasi adalah kumpulan individu sejenis yang berada pada wilayah tertentu
dan pada waktu yang tertentu pula. Dalam penilitian ini hati ayam yang kami
gunakan adalah 1 buah hati ayam.
·
Sampel
Sampel merupakan bagian dari populasi yang ingin diteliti dipandang sebagai suatu pendugaan terhadap populasi, namun bukan populasi itu sendiri. Sampel dianggap
sebagai perwakilan dari populasi yang hasilnya mewakili keseluruhan gejala yang diamati. Dalam penelitian kali
ini, sampel yang digunakan adalah beberapa potongan kecil hati ayam.
3.3. Variabel Penelitian
Ada tiga jenis variabel dalam penelitian ilmiah, yaitu:
a. Variabel bebas
·
Suhu (air mendidih, air
dingin).
·
pH sistem (diberi NaOH,
HCl, atau netral).
b. Variable kontrol
·
Volume ekstrak hati di
dalam tabung reaksi.
·
Volume yang diteteskan
pada masing-masing tabung reaksi.
·
Jenis lidi yang
digunakan untuk membuat bara api.
c. Variable terikat
·
Jumlah gelembung yang
dihasilkan.
·
Nyala bara api yang dimasukkan ke dalam tabung reaksi.
3.4. Metode Penelitian
Metode penelitian yang
digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi pustaka, yaitu mempelajari
teori-teori tentang enzim katalase. Selain itu juga menggunakan metode
eksperimen, yaitu metode yang dilakukan melalui percobaan dan pengamatan untuk mengetahui
ada tidaknya enzim katalase dalam hati ayam serta untuk mengetahui kandungan
oksigen yang dihasilkan setelah ekstrak hati ayam di tambah H2O2.
3.5 Rancangan Penelitian
Penelitian ini dilakukan
dengan menggunakan beberapa potongan kecil hati ayam yang di haluskan kemudian
dicampur dengan air. Dan selanjutnya dimasukkan kedalam 5 tabung reaksi
masing-masing di masukkan ekstrak hati ayam sebanyak 0,5 ml serta ditambah H2O2
untuk diamati ada tidaknya oksigen.
3.6 Alat dan Bahan
Alat
|
Bahan
|
||
Tabung reaksi
|
5 buah
|
Ekstrak hati
|
2,5 ml
|
Gelas beker
|
2 buah
|
H2O2
|
2,5 ml
|
Termometer
|
1 buah
|
NaOH
|
0,5 ml
|
Lumpang + alu
|
1 buah
|
HCl
|
0,5 ml
|
Rak tabung reaksi
|
1 buah
|
Air panas
|
|
Sikat tabung
|
1 buah
|
Air dingin
|
|
Lidi dan korek api
|
1 buah
|
||
Pipet tetes
|
3 buah
|
||
Pisau
|
1 buah
|
||
3.7 Langkah Kerja
1. Ambillah ekstrak hati ayam sebanyak 2,5 ml, kemudian tuangkan kedalam 5
buah tabung reaksi. Masing-masing 0,5 ml.
2. Tambahkan HCl pada tabung 2, dan NaOH kedalam tabung 3. Rendamlah tabung 4
pada air panas, dan tabung 5 pada air dingin.
3. Dan selanjutnya tuangkan H2O2 sebanyak 0,5 ml pada
masing-masing tabung. Dan amati yang terjadi.
4. Lakukan analisis terhadap data hasil percobaan tersebut dan buatlah
kesimpulan.
3.8 Data Pengamatan
Tabel percobaan enzim
katalase
No
|
Tabung reaksi
|
Warna
|
Suhu awal
|
Suhu setelah ditetesi H2O2
|
Ada tidaknya gelembung
|
Percikan api
|
1
|
A (murni)
|
Tetap
|
320C
|
320C
|
Bergelembung
|
Ada
|
2
|
B + (HCl)
|
Oranye
|
380C
|
330C
|
Tidak
|
Tidak ada
|
3
|
C + (NaOH)
|
Putih
|
330C
|
330C
|
Tidak
|
Tidak ada
|
4
|
D (air panas)
|
Coklat muda
|
320C
|
380C
|
Tidak
|
Tidak ada
|
5
|
E (air dingin)
|
tetap
|
60C
|
50C
|
Bergelembung
|
Ada
|
3.9 Pembahasan
Enzim adalah katalis
yang terbuat dari protein dan dihasilkan oleh sel. Enzim mempunyai sifat
spesifik yaitu hanya mengatalisis reaksi kimia tertentu. Sebagai contoh enzim
katalase yang hanya menguraikan H2O2 menjadi H2O
dan O2 dengan reaksi sebagai berikut :
2H2O2
à 2H2O + O2
Hal ini dapat
dibuktikan dengan percobaan. Percobaan ini dilakukan dengan menggunakan hati
ayam dan jantung ayam (sebagaiperbandingan). Hati ayam digunakan karena banyak
mengandung enzim katalase. Hati ayam dan jantung ayam kemudian dibuat ekstrak.
Yang terjadi pada ekstrak saat diberi perlakuan adalah sebagai berikut :
1. Ekstrak hati ditambah H2O2 (hidrogen peroksida)
Saat ekstrak diberi H2O2
terjadi gelembung-gelembung udara yang banyak. Hal ini membuktikan bahwa enzim
katalase yang terdapat di dalam hati ayam mengubah H2O2
menjadi H2O (air), sedangkan pada waktu dimasukkan lidi membara ke
dalamnya, timbul nyala api. Hal ini
membuktikan bahwa H2O2 juga diuraikan menjadi oksigen (O2).
2. Ekstrak ditambah HCl dan H2O2
Pertambahan HCl disini
dimaksudkan untuk membuat ekstrak dalam keadaan terlalu asam. Kemudian ditambah
H2O2 ternyata tidak terbentuk gelembung udara ketika
dimasukkan bara api ke dalamnya juga tidak terjadi nyala api. Hal ini
menunjukkan bahwa enzim katalase tidak dapat bekerja dalam kondisi terlalu
asam.
3. Ekstrak ditambah NaOH dan H2O2
Penambahan NaOH disini
dimaksudkan untuk membuat ekstrak dalam keadaan terlalu basa. Kemudian ditambah H2O2
ternyata terbentuk gelembung udara yang
sedang, tetapi saat bara api dimasukkan ke dalamnya tidak terjadi nyala api.
Hal ini membuktikan bahwa enzim katalase tidak dapat bekerja secara optimal
dalam kondisi terlalu basa.
4. Ekstrak dididihkan kemudian ditambah H2O2
Ekstrak yang dididihkan
kemudian ditambah H2O2, ternyata tidak timbul gelembung
udara dan saat bara api dimasukkan ke
dalamnya juga tidak timbul nyala api. Hal ini disebabkan karena protein di
dalam enzim katalase yang terdapat di ekstrak telah rusak sehingga tidak dapat
menguraikan H2O2 menjadi H2O dan O2.
5. Ekstrak dimasukkan kedalam Es di tambah H2O2
Ekstrak yang dimasukkan
kedalam es kemudian ditambah H2O2, ternyata menimbulkan
gelembung udara sedikit saat bara api di masukkan ke dalamnya, dan juga
menimbulkan nyala api sedikit. Hal ini disebabkan karena pada suhu 00C
enzim akan inaktif (tidak aktif sementara).
Dari percobaan yang kami
lakukan ekstrak hati ayam yang masih murni berwarna tetap, suhu awalnya adalah
300C dan suhu setelah ditetesi
H2O2 adalah 320C, dan ada gelembungnya
serta terdapat percikan api. Pada tabung reaksi ke-2 yang ditetesi HCl berwarna orange usuhu awalnya 380C
dan suhu setelah ditetesi H2O2 330C, dan tidak
ada gelembungnya serta tidak terdapat percikan api. Sedangkan pada tabung ke-3
dicampur NaOH warnanya putih dan suhu awalnya 330C setelah ditetesi
H2O2 suhunya tetap, dan tidak terdapat gelembung serta
tidak terdapat percikan api. Pada tabung ke-4 yang direndam menggunakan air
panas berwarna coklat muda dengan suhu awal 320C dan suhu setelah
ditetesi H2O2 suhunya
menjadi 380C dan tidak bergelembung serta tidak ada percikan api. Dan pada
tabung terakhir yang direndam air dingin warnanya tetap dengan suhu awal 60C
setelah ditetesi H2O2 suhunya menjadi 50C dan
ada gelembungnya serta terdapat percikan api.
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Enzim katalase bekerja
dengan menguraikan H2O2 menjadi air (H2O) dan
Oksigen (O2). Enzim katalase akan rusak apabila bekerja pada suhu
diatas 500C, dan pada kondisi asam maupun basa. Enzim katalase akan bekerja merubah H2O2
mejadi oksigen dan air. Kerja enzim ini dapat dipengaruhi suhu, dan suasana.
Enzim katalase dapat bekerja pada suasana netral dan dengan suhu optimal. Enzim
katalase tidak dapat bekerja pada suasana yang terlalu asam dan terlalu basa.
Sifat enzim itu rusak bila dalam suhu tinggi, dan enzim akan non-aktif dalam
suhu yang rendah.
4.2 Saran
1.
Dibutuhkan
waktu yang lebih lama, dan waktu yang khusus (diluar jam pelajaran) untuk
melakukan percobaan ini agar kami lebih teliti dan intensif dalam menguji
faktor yang mempengaruhi kerja enzim.
2.
Dibutuhkan
alat-alat yang lebih lengkap agar data hasil percobaan kami lebih akurat.
3.
Melaksanakan
percobaan sesuai dengan langkah kerja.
4.
Lebih teliti
dalam pengamatan, terutama pengamatan saat munculnya gelembung dan nyala api.
DAFTAR PUSTAKA
Rachmawati.Faidah
, Nurul Urifah, Ari Wijayati.2009.Biologi SMA/MA Kelas XII Program IPA. Pusat
Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
Herlina Ida,
Riana Yani, Eva Latifah Hanum, Widi Purwianingsih, Dian Peniasiani, Musarofah.2009.Biologi
3.Pusat Departemen Pendidikan Nasional.
Nur Siti,
Sri Widayati, Mazrikhatun Miah.2009.Biologi SMA/MA Kelas XII. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar